Mengapa Milenial Menganut Model Susu dalam Perencanaan Keuangan


Generasi milenial dikenal dengan pendekatan unik mereka dalam perencanaan keuangan, dan salah satu model yang mulai populer di kalangan generasi ini adalah model Susu. Susu, yang berasal dari kata Yoruba yang berarti “tabungan kolektif”, adalah praktik keuangan tradisional Afrika yang melibatkan sekelompok individu yang berkumpul untuk mengumpulkan uang mereka dan saling mendukung secara finansial.

Ada beberapa alasan mengapa generasi milenial mengadopsi model Susu dalam perencanaan keuangannya. Salah satu alasan utamanya adalah rasa kebersamaan dan dukungan yang muncul saat berpartisipasi dalam Susu. Di dunia yang serba cepat dan terisolasi saat ini, banyak generasi milenial yang mendambakan rasa memiliki dan terhubung. Dengan bergabung dalam Susu, mereka dapat membangun hubungan dengan orang lain yang mempunyai tujuan dan nilai finansial yang sama, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut.

Alasan lain mengapa generasi milenial beralih ke model Susu adalah fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi yang ditawarkannya. Berbeda dengan lembaga keuangan tradisional yang memiliki persyaratan dan peraturan ketat, Susus seringkali lebih informal dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi anggota kelompok. Fleksibilitas ini memungkinkan kaum milenial untuk menyesuaikan pendekatan perencanaan keuangan mereka dengan cara yang paling sesuai bagi mereka, baik itu dengan menyisihkan sejumlah uang tertentu setiap bulannya atau mengumpulkan sumber daya untuk investasi yang lebih besar.

Selain itu, model Susu dapat menjadi pilihan yang lebih mudah diakses dan inklusif bagi generasi milenial yang mungkin tidak memiliki akses terhadap layanan perbankan tradisional atau yang ragu untuk terlibat dengan lembaga keuangan arus utama. Dengan berpartisipasi dalam Susu, generasi milenial dapat mengakses dukungan keuangan dan sumber daya yang mungkin tidak tersedia bagi mereka, dan dapat membangun literasi keuangan dan kepercayaan diri mereka dalam lingkungan yang mendukung.

Secara keseluruhan, model Susu menawarkan kepada kaum milenial pendekatan yang unik dan memberdayakan dalam perencanaan keuangan yang selaras dengan nilai-nilai komunitas, kolaborasi, dan fleksibilitas. Dengan menerapkan praktik tradisional ini dalam konteks modern, generasi milenial dapat mengendalikan masa depan keuangan mereka dan berupaya mencapai tujuan mereka dengan dukungan individu yang berpikiran sama.